Senin, 20 April 2020

Hari Ganja Sedunia


HARI GANJA SEDUNIA

420 (bulan 4 tanggal 20), Katanya menjadi Hari Ganja sedunia, walaupun banyak juga yang membantah hal tersebut.

CANNABIS SATIVA

Ganja ( Cannabis Sativa) Adalah tanaman semusim yang tingginya bisa mencapai 2 meter.  Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000mdpl dan Indonesia adalah salah satu tempat tersubur untuk menanam tanaman ini.

Ganja punya beberapa nama lain seperti Pot, Weed, Mary Jane, dll.  Ganja sendiri merupakan tanaman yang setiap bagiannya bisa dimanfaatkan, seperti yang dilakukan oleh salah satu perusahaan retail pakaian asal Cina, Younger Group. Mereka membuat pakaian premium yang berasal dari lapisan terluar dari batang ganja, pakaian ini di klaim tahan lama, ramah lingkungan dan bisa dipakai seminggu tanpa khawatir pakaian menjadi bau.

Cina dan Jepang diketahui telah memakai bagian dari tumbuhan ini semenjak lebih dari 10.000 tahun yang lalu untuk membuat pakaian, sepatu, tali-temali dan bentuk awal kertas. Bahkan pada tahun 1631-1800an uang kertas pada masa itu terbuat dari campuran tumbuhan ini.

James P Gray dalam bukunya A Judicial Indictment of the war on drugs mengatakan bahwa, Thomas Jefferson, George Washington, Benjamin Franklin sampai Henry Ford adalah beberapa nama besar pemilik lahan ganja yang luas pada jamannya.

Di jaman modern seperti sekarang saat kemajuan teknologi semakin berkembang, banyak penelitian-penelitian yang di lakukan oleh para cendekiawan tentang manfaat ganja untuk keperluan medis seperti yang dikemukakan oleh WebMD, dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa tanaman Cannabis ini mengandung zat-zat seperti :
- THC, yang berguna sebagai penghilang sakit, anti spasmodik (menghilangkan kejang-kejang), anti inflamasi (mencegah pembengkakan), perangsang nafsu makan dan mengurangi  pertumbuhan tumor.
- (E) BCP
- CBD ( Cannabidiol), yang berguna juga sebagai anti inflamasi, anti biotik, anti depresan, anti psikotik, anti oksidan, penenang, penyesuaian sistim imun, mengobati nyeri kronis
- CBG yang berguna sebagai anti mikroba.
Harvard Health Publishing juga pernah mengungkapkan bahwa tumbuhan ini mempunyai beberapa kegunaan seperti, pencegah Glaukoma, meningkatkan kapasitas paru-paru,  mencegah kejang karena epilepsi, mematikan beberapa sel kanker, mengurangi nyeri kronis, mengatasi beberapa masalah kejiwaan, dan memperlambat perkembangan Alzheimer.

LEGAL

Ada beberapa negara yang telah melegalkan ganja seperti :
- Belanda, di negara ini ganja adalah jenis narkotika ringan dan legal.
- Kanada, orang sakit yang direkomendasikan oleh tim medis bisa memakai ganja untuk pengobatan.
- Italia, sama seperti Kanada, orang sakit juga bisa memakai ganja untuk pengobatan.
selain negara-negara diatas ada juga Siprus, beberapa negara bagian Amerika, Meksiko, Colombia, Spanyol, Israel, Argentina, Ekuador, Swiss, Spanyol, Belgia, Ceko, Brazil, Uruguay, Korea Selatan hingga Thailand juga telah melegalkan tanaman ini.

GANJA DI INDONESIA

Dengan segala kelebihan tanaman ganja yang telah terurai diatas tetapi di Indonesia sendiri tanaman ganja adalah tanaman yang dilarang keras peredarannya. Dalam Undang-Undang No.35 tahun 2009 pada pasal 6 bahkan menyatakan bahwa ganja adalah narkotika golongan 1 yang berarti ganja adalah jenis psikotropika yang paling keras hukumannya saat digunakan.
Sebenarnya tanaman ganja memiliki hubungan yang panjang dengan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Aceh. Sudah dalam tempo yang lama bahkan dari jaman kesultanan Aceh, masyarakat disana memakai tanaman ganja sebagai bahan baku dan penyedap makanan.

Pemerhati ganja asal aceh, Syardani M Syarif alias Tgk Jamaica mengatakan bahwa dalam kuliner Aceh, ganja itu bukan barang baru, memang dari buyut kita dulu sudah menggunakannya, tegas beliau.
Kolektor Manuskrip Kuno Aceh, Tarmizi Hamid menyebut ganja sebagai bumbu makanan di Aceh juga tertuang dalam kitab Tajul Mulok warisan kesultanan Aceh pada abad ke-18 masehi. Bahkan pada tahun 1970an tanaman ganja malah tumbuh subur dipekarangan rumah warga Aceh.

Ada sebuah organisasi yang bernama Lingkar Ganja Nusantara yang telah berdiri semenjak 2010 lalu dengan visi "Menjadikan pohon ganja sebagai salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan seluas-luasnya bagi kehidupan masyarakat Indonesia dan umat manusia pada umumnya". Mereka telah banyak berdialog, meneliti dan membuat buku tentang tanaman ganja yang mungkin suatu saat bisa menjadikan tanaman ganja yang dimanfaatkan secara sah dan bertanggung-jawab di Indonesia.

Semoga kedepan tanaman ganja bisa menjadi salah satu komoditi unggulan dalam industri fashion dan bisa dimanfaatkan secara luas dalam dunia medis untuk kebaikan masyarakat Indonesia.


Yakinlah tak ada yang diciptakan sia-sia oleh Yang Maha Tahu di dunia ini. #legalize #cannabis











Kamis, 11 Juni 2015

Cantik, Tapi “Aib Berserakan”

Di Balik Keindahan Nostalgia Pulau Mede

IMG_9786
Gunung Mamuya nampak dari Pulau Mede. Nampak penulis, Ipang Mahardhika membawa sang saka Merah Putih. Senin (08/06/2015) foto; Dzulfiqar

Tidak begitu jauh dari Kota Tobelo terlihat sebuah pulau kecil yang sepertinya menjanjikan banyak keindahan kalau di kunjungi. Dari kejauhan nampak orang-orang berjalan disekitar pantai dan terdapat beberapa perahu nelayan yang sepertinya sedang asyik memancing ikan di depan pulau itu.

Saya dan beberapa sahabat yakni, Faris Bobero, Dzulfikar, Humaidi, dan Wirahai Fadel memutuskan untuk mengunjungi pulau tersebut. setelah packing peralatan camping seadanya dan meminjam peralatan yang lain seperti parang, panci, piring dan gelas di rumah penduduk sekitar (karena kami adalah pejalan yang anti mainstream =D) kamipun bersiap-siap untuk menyeberang. Tapi tunggu …. menyeberang ke pulau kan harus memakai perahu? maka sisi ‘anti mainstream’ kami pun terketuk sekali lagi, kami lalu meminjam perahu penduduk yang alhamdulillah di berikan secara cuma-cuma Baca tulisan terkait : Nostalgia di Pulau Tak Berpenghuni _ kieraha.com
IMG_9853
Nampak dari jauh, nelayan lokal mencari ikan di sekitar Pulau Mede. Senin (08/06/2015)/ Foto penulis, Ipang Mahardhika.

Dan kegiatan mendayung perahu pun dimulai. Setelah sekitar 10 menit mendayung perahu, mulai tampak hamparan pasir putih, karang-karang hidup, dan beberapa ekor ikan cantik berwarna-warni yang berlalu-lalang dengan santai di bawah perahu. Sepertinya Pulau ini akan memberikan banyak cerita indah untuk kami.

Perusak Mimpi itu “Aib Berserakan”

Bekas pembungkus mie instan, kaleng obat nyamuk, kasur, gelas plastik, bola kempes, botol air mineral, dan sampah-sampah lain yang biasa terlihat di tempat sampah di sekitar rumah anda memenuhi hampir setiap sudut pantai menyambut kedatangan kami di pulau yang nampak indah dari kejauhan. Itu yang kemudian saya sebut “Aib Berserakan”. Kalau bisa dibilang, kebiasaan orang-orang kotor dan tidak menghargai anugerah Tuhan, Sang Pencipta Alam.
IMG_9721
Para ibu-ibu mencari kerang di Pulau Mede hingga senja dan malam menghampiri. Senin (08/06/2015). Foto Ipang Mahardhika

Perasaan marah, dongkol, sedih bercampur jadi satu melihat tumpukan sampah yang seperti sengaja menutupi hamparan pasir putih di pulau yang sangat indah ini. ingin rasanya berbalik arah dan pulang kembali ke Kota Tobelo jika saja salah seorang sahabat tidak segera menghibur bahwa ada sisi lain dari pulau ini yang bisa kita explore keindahannya.

Setelah berjalan kaki sekitar 10 menit ke sisi lain pulau, sampailah kita di lokasi yang dimaksud dan ternyata benar, ada sisi yang sangat indah dari pulau ini. Hamparan pasir putih terlihat sangat menggairahkan di bibir pantai, bahkan karang-karang hidup dan ikan-ikan cantik yang berenang bebas pun dapat terlihat dengan jelas saking jernihnya air laut yang ada. Subhanallah, Tuhan memang pelukis Yang Maha Keren.

IMG_9878
Faris Bobero, teman saya duduk kelelahan setelah memungut sampah, dan Humaidi sedang bersampan mencari sebagian sampah lain yang mengapung. Selasa (09/06/2015) /foto Ipang Mahardhika

Kami mendirikan tenda dan menyiapkan segala sesuatunya untuk melalui malam, kami pun mengumpulkan sampah sebanyak mungkin yang kami bisa lalu membakarnya hingga tak bersisa. Setelah itu, barulah saya dan sahabat-sahabat duduk santai di bibir pantai dengan Rasa Syukur yang melimpah di dalam dada karena masih diberi kekuatan untuk menjelajahi beberapa sudut dari Negeri Indonesiaku Tercinta.
IMG_9768
Tuhan adalah pelukis Yang Maha Keren
  
pasir putih kemerah-merahan dan laut biru toska di Pulau Mede. Selasa (09/06/2015)/ Foto Ipang Mahardhika


Terlepas dari tumpukan sampah yang SANGAT merusak keindahan pulau dan ekosistem di sekitarnya, Pulau Mede adalah salah satu places you must visit before you die.


Notes;
  • Pulau Mede terletak di sebelah utara Kota Tobelo
  • Untuk sampai ke pulau ini terlebih dulu harus menyeberang ke Sidangoli dengan tarif Rp 19.000/orang dan Rp 49.000/motor kalau anda memakai motor
  • Lama perjalanan dari Sidangoli ke Kota Tobelo sekitar 5 jam perjalanan sambil tahan ngantuk =D
  • Setelah sampai ke Kota Tobelo, perjalanan di lanjutkan lagi sekitar 20 menit untuk sampai ke Desa Popilo, setelah itu silahkan menghubungi sahabat saya Humaidi. Dia selalu bisa di andalkan untuk mengantar anda         ke Pulau Mede dan ke tempat-tempat eksotik lainnya yang berada di Halmahera-Utara
  • cp Humaidi (Guide) = 081340398154
  • Jangan lupa membawa alat pancing atau alat snorkeling agar anda tidak melewatkan sedikitpun keindahan yang di sajikan pulau ini di darat maupun di laut.
IMG_9701
  Kapan Anda Ke Sini? Indonesia itu Keren (Foto: Ipang Mahardhika) ___SELAMATBERSENANG-SENANG___