Kamis, 11 Juni 2015

Cantik, Tapi “Aib Berserakan”

Di Balik Keindahan Nostalgia Pulau Mede

IMG_9786
Gunung Mamuya nampak dari Pulau Mede. Nampak penulis, Ipang Mahardhika membawa sang saka Merah Putih. Senin (08/06/2015) foto; Dzulfiqar

Tidak begitu jauh dari Kota Tobelo terlihat sebuah pulau kecil yang sepertinya menjanjikan banyak keindahan kalau di kunjungi. Dari kejauhan nampak orang-orang berjalan disekitar pantai dan terdapat beberapa perahu nelayan yang sepertinya sedang asyik memancing ikan di depan pulau itu.

Saya dan beberapa sahabat yakni, Faris Bobero, Dzulfikar, Humaidi, dan Wirahai Fadel memutuskan untuk mengunjungi pulau tersebut. setelah packing peralatan camping seadanya dan meminjam peralatan yang lain seperti parang, panci, piring dan gelas di rumah penduduk sekitar (karena kami adalah pejalan yang anti mainstream =D) kamipun bersiap-siap untuk menyeberang. Tapi tunggu …. menyeberang ke pulau kan harus memakai perahu? maka sisi ‘anti mainstream’ kami pun terketuk sekali lagi, kami lalu meminjam perahu penduduk yang alhamdulillah di berikan secara cuma-cuma Baca tulisan terkait : Nostalgia di Pulau Tak Berpenghuni _ kieraha.com
IMG_9853
Nampak dari jauh, nelayan lokal mencari ikan di sekitar Pulau Mede. Senin (08/06/2015)/ Foto penulis, Ipang Mahardhika.

Dan kegiatan mendayung perahu pun dimulai. Setelah sekitar 10 menit mendayung perahu, mulai tampak hamparan pasir putih, karang-karang hidup, dan beberapa ekor ikan cantik berwarna-warni yang berlalu-lalang dengan santai di bawah perahu. Sepertinya Pulau ini akan memberikan banyak cerita indah untuk kami.

Perusak Mimpi itu “Aib Berserakan”

Bekas pembungkus mie instan, kaleng obat nyamuk, kasur, gelas plastik, bola kempes, botol air mineral, dan sampah-sampah lain yang biasa terlihat di tempat sampah di sekitar rumah anda memenuhi hampir setiap sudut pantai menyambut kedatangan kami di pulau yang nampak indah dari kejauhan. Itu yang kemudian saya sebut “Aib Berserakan”. Kalau bisa dibilang, kebiasaan orang-orang kotor dan tidak menghargai anugerah Tuhan, Sang Pencipta Alam.
IMG_9721
Para ibu-ibu mencari kerang di Pulau Mede hingga senja dan malam menghampiri. Senin (08/06/2015). Foto Ipang Mahardhika

Perasaan marah, dongkol, sedih bercampur jadi satu melihat tumpukan sampah yang seperti sengaja menutupi hamparan pasir putih di pulau yang sangat indah ini. ingin rasanya berbalik arah dan pulang kembali ke Kota Tobelo jika saja salah seorang sahabat tidak segera menghibur bahwa ada sisi lain dari pulau ini yang bisa kita explore keindahannya.

Setelah berjalan kaki sekitar 10 menit ke sisi lain pulau, sampailah kita di lokasi yang dimaksud dan ternyata benar, ada sisi yang sangat indah dari pulau ini. Hamparan pasir putih terlihat sangat menggairahkan di bibir pantai, bahkan karang-karang hidup dan ikan-ikan cantik yang berenang bebas pun dapat terlihat dengan jelas saking jernihnya air laut yang ada. Subhanallah, Tuhan memang pelukis Yang Maha Keren.

IMG_9878
Faris Bobero, teman saya duduk kelelahan setelah memungut sampah, dan Humaidi sedang bersampan mencari sebagian sampah lain yang mengapung. Selasa (09/06/2015) /foto Ipang Mahardhika

Kami mendirikan tenda dan menyiapkan segala sesuatunya untuk melalui malam, kami pun mengumpulkan sampah sebanyak mungkin yang kami bisa lalu membakarnya hingga tak bersisa. Setelah itu, barulah saya dan sahabat-sahabat duduk santai di bibir pantai dengan Rasa Syukur yang melimpah di dalam dada karena masih diberi kekuatan untuk menjelajahi beberapa sudut dari Negeri Indonesiaku Tercinta.
IMG_9768
Tuhan adalah pelukis Yang Maha Keren
  
pasir putih kemerah-merahan dan laut biru toska di Pulau Mede. Selasa (09/06/2015)/ Foto Ipang Mahardhika


Terlepas dari tumpukan sampah yang SANGAT merusak keindahan pulau dan ekosistem di sekitarnya, Pulau Mede adalah salah satu places you must visit before you die.


Notes;
  • Pulau Mede terletak di sebelah utara Kota Tobelo
  • Untuk sampai ke pulau ini terlebih dulu harus menyeberang ke Sidangoli dengan tarif Rp 19.000/orang dan Rp 49.000/motor kalau anda memakai motor
  • Lama perjalanan dari Sidangoli ke Kota Tobelo sekitar 5 jam perjalanan sambil tahan ngantuk =D
  • Setelah sampai ke Kota Tobelo, perjalanan di lanjutkan lagi sekitar 20 menit untuk sampai ke Desa Popilo, setelah itu silahkan menghubungi sahabat saya Humaidi. Dia selalu bisa di andalkan untuk mengantar anda         ke Pulau Mede dan ke tempat-tempat eksotik lainnya yang berada di Halmahera-Utara
  • cp Humaidi (Guide) = 081340398154
  • Jangan lupa membawa alat pancing atau alat snorkeling agar anda tidak melewatkan sedikitpun keindahan yang di sajikan pulau ini di darat maupun di laut.
IMG_9701
  Kapan Anda Ke Sini? Indonesia itu Keren (Foto: Ipang Mahardhika) ___SELAMATBERSENANG-SENANG___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar