Di Balik Keindahan Nostalgia Pulau Mede
Gunung
Mamuya nampak dari Pulau Mede. Nampak penulis, Ipang Mahardhika membawa
sang saka Merah Putih. Senin (08/06/2015) foto; Dzulfiqar
Tidak begitu jauh dari Kota Tobelo terlihat sebuah pulau kecil yang
sepertinya menjanjikan banyak keindahan kalau di kunjungi. Dari kejauhan
nampak orang-orang berjalan disekitar pantai dan terdapat beberapa
perahu nelayan yang sepertinya sedang asyik memancing ikan di depan
pulau itu.
Saya dan beberapa sahabat yakni, Faris Bobero, Dzulfikar, Humaidi,
dan Wirahai Fadel memutuskan untuk mengunjungi pulau tersebut. setelah packing peralatan camping seadanya
dan meminjam peralatan yang lain seperti parang, panci, piring dan
gelas di rumah penduduk sekitar (karena kami adalah pejalan yang anti
mainstream =D) kamipun bersiap-siap untuk menyeberang. Tapi tunggu ….
menyeberang ke pulau kan harus memakai perahu? maka sisi ‘anti
mainstream’ kami pun terketuk sekali lagi, kami lalu meminjam perahu
penduduk yang alhamdulillah di berikan secara cuma-cuma Baca tulisan terkait : Nostalgia di Pulau Tak Berpenghuni _ kieraha.com
Nampak dari jauh, nelayan lokal mencari ikan di sekitar Pulau Mede. Senin (08/06/2015)/ Foto penulis, Ipang Mahardhika.
Dan kegiatan mendayung perahu pun dimulai. Setelah sekitar 10 menit
mendayung perahu, mulai tampak hamparan pasir putih, karang-karang
hidup, dan beberapa ekor ikan cantik berwarna-warni yang berlalu-lalang
dengan santai di bawah perahu. Sepertinya Pulau ini akan memberikan
banyak cerita indah untuk kami.
Perusak Mimpi itu “Aib Berserakan”
Bekas pembungkus mie instan, kaleng obat nyamuk, kasur, gelas
plastik, bola kempes, botol air mineral, dan sampah-sampah lain yang
biasa terlihat di tempat sampah di sekitar rumah anda memenuhi hampir
setiap sudut pantai menyambut kedatangan kami di pulau yang nampak indah
dari kejauhan. Itu yang kemudian saya sebut “Aib Berserakan”. Kalau bisa dibilang, kebiasaan orang-orang kotor dan tidak menghargai anugerah Tuhan, Sang Pencipta Alam.
Para ibu-ibu mencari kerang di Pulau Mede hingga senja dan malam menghampiri. Senin (08/06/2015). Foto Ipang Mahardhika
Perasaan marah, dongkol, sedih bercampur jadi satu melihat tumpukan
sampah yang seperti sengaja menutupi hamparan pasir putih di pulau yang
sangat indah ini. ingin rasanya berbalik arah dan pulang kembali ke Kota
Tobelo jika saja salah seorang sahabat tidak segera menghibur bahwa ada
sisi lain dari pulau ini yang bisa kita explore keindahannya.
Setelah berjalan kaki sekitar 10 menit ke sisi lain pulau, sampailah
kita di lokasi yang dimaksud dan ternyata benar, ada sisi yang sangat
indah dari pulau ini. Hamparan pasir putih terlihat sangat menggairahkan
di bibir pantai, bahkan karang-karang hidup dan ikan-ikan cantik yang
berenang bebas pun dapat terlihat dengan jelas saking jernihnya air laut
yang ada. Subhanallah, Tuhan memang pelukis Yang Maha Keren.
Faris
Bobero, teman saya duduk kelelahan setelah memungut sampah, dan Humaidi
sedang bersampan mencari sebagian sampah lain yang mengapung. Selasa
(09/06/2015) /foto Ipang Mahardhika
Kami mendirikan tenda dan menyiapkan segala sesuatunya untuk melalui
malam, kami pun mengumpulkan sampah sebanyak mungkin yang kami bisa lalu
membakarnya hingga tak bersisa. Setelah itu, barulah saya dan
sahabat-sahabat duduk santai di bibir pantai dengan Rasa Syukur yang
melimpah di dalam dada karena masih diberi kekuatan untuk menjelajahi
beberapa sudut dari Negeri Indonesiaku Tercinta.
Tuhan adalah pelukis Yang Maha Keren
pasir putih kemerah-merahan dan laut biru toska di Pulau Mede. Selasa (09/06/2015)/ Foto Ipang Mahardhika
Terlepas dari tumpukan sampah yang SANGAT merusak keindahan pulau dan ekosistem di sekitarnya, Pulau Mede adalah salah satu places you must visit before you die.
Notes;
- Pulau Mede terletak di sebelah utara Kota Tobelo
- Untuk sampai ke pulau ini terlebih dulu harus menyeberang ke Sidangoli dengan tarif Rp 19.000/orang dan Rp 49.000/motor kalau anda memakai motor
- Lama perjalanan dari Sidangoli ke Kota Tobelo sekitar 5 jam perjalanan sambil tahan ngantuk =D
- Setelah sampai ke Kota Tobelo, perjalanan di lanjutkan lagi sekitar 20 menit untuk sampai ke Desa Popilo, setelah itu silahkan menghubungi sahabat saya Humaidi. Dia selalu bisa di andalkan untuk mengantar anda ke Pulau Mede dan ke tempat-tempat eksotik lainnya yang berada di Halmahera-Utara
- cp Humaidi (Guide) = 081340398154
- Jangan lupa membawa alat pancing atau alat snorkeling agar anda tidak melewatkan sedikitpun keindahan yang di sajikan pulau ini di darat maupun di laut.
Kapan Anda Ke Sini? Indonesia itu Keren (Foto: Ipang Mahardhika) ___SELAMATBERSENANG-SENANG___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar